Sabtu, 05 Maret 2016

Alur Kehidupan, bagi jiwa yang hanif..



Apakah dunia tak seindah rupanya?
Menipu dan memperdaya selama hidupnya.
Dunia ini telah menenggelamkan manusia,
Begitu kejamkan dunia?
Sesungguhnya dunia dicipta untuk melayani dan dilayani.
Tetapi manusia egois, tak tau diri.
Egois bahwa manusia paling sempurna.
Bencana alam terjadi bukan karena dunia yang sudah tua,
Tetapi manusialah yang sudah semena-mena.
Hanya ingin dilayani, tetapi tidak mau melayani.
Terus seperti itu hingga yang Maha pun murka.

Sang Maha mewariskan surga neraka,
Bagi hamba yang takw atau durhaka.
Puja dan puji bagi yang maha
Engkaulah sang keadilan Illahi
Engkau cipta sang kaya dan kaum papa
Agar mereka bisa memberi dan menerima
Perbedaan yang berarti sama,
Bahwa mereka tidak berarti apa apa.

Benakku bertanya? Kenapa jiwa harus tercipta?
Kenapa jiwa tercipta jika harus tiada?
Yang Maha berkata, tidaklah kuciptakan semua ini dengan sia sia.
Apa maksud ini semua?
Semua jiwa pasti bertanya, siapakah aku yang sebenarnya?
Kenapa aku berada? Kenapa aku harus tiada?

Tidakkah jiwa berpikir kenapa jiwa datang kedunia?
Pernahkah jiwa mendengar Yang Maha berkata
“KUCIPTAKAN JIN DAN MANUSIA HANYA UNTUK MENYEMBAH KEPADAKU”
Ku katakan kebenaran sejati, Ku katakan tujuan hidup sejati
Bahwa manusia hanya dicipta untuk menyembah kepada Sang Maha
Hanya jiwa yang mengerti jiwanya
Hanya Jiwa yang sadar dapat mengerti jiwanya
Bahwa jiwa tidak selamanya didunia
Bahwa usia telah berkurang dalam dunianya

Manusia turun kebumi untuk diuji
Untuk menjadi manusia sejati
Muliakan hati untuk mendapatkan derajat tertinggi
Menjadi kekasih yang dikasihi dan diberkati
Assalamualaikum ucap jiwa dalam hati
Jiwa Panjatkan doa sekedar berharap kepada ilahi
Mengetuk pintu sebagai tamu
Berharap diterima sebagai tamu yang diharapkan.

Oh, Pantaskah aku bertamu dengan ini?
Tanpa busana kebanggaan yang melekat pada diri
Akankah jiwa dihormati dan tidak dipandang setengah hati
Kukatakan padamu bahwa tuanku seorang pemurah hati.
Kemewahan tidak membuat jiwa mulia
Tanpa busana pun manusia bisa menjadi mulia
Bukankah jiwa datang tanpa harta?
Dan tahukah kamu harta apa yang paling mulia?